Tampilkan postingan dengan label sayembara arsitektur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sayembara arsitektur. Tampilkan semua postingan

20.8.11

Sayembara Layur 2011

Kampung Layur
Pengertian kampung melayu menurut Abdullah Salim, seorang dosen dari Universitas Sultan Agung Semarang, menyatakan bahwa Kampung Melayu berkembang sekitar awal abad 17 bersamaan dengan kedatangan orang – orang Banjar (Kalimantan), Samudra Pasai, Gujarat dan Arab Selatan untuk berdagang dan menyebarkan agama Islam ke Jawa. Sebutan Kampung Melayu muncul karena penduduknya menggunakan bahasa Melayu sebagai bahasa pergaulan dan pemersatu.
Koridor Layur adalah sebuah ruas jalan di Kampung Melayu Semarang yang dibentuk oleh dua deretan ruko Pecinan dan gerbang-gerbang masuk rumah saudagar Arab dan berfungsi sebagai koridor perdagangan. Letak Koridor Layur menjadi strategis dikarenakan tepat berada di pinggir Kali Semarang dan merupakan awal mula dari terbentuknya kampung-kampung lain yang ada di Kampung Melayu Semarang. Keberadaan Koridor Layur muncul sekitar awal abad 16 M akibat dari efek pingpong dua kutub magnet aktivitas yaitu Pasar Ngilir di sebelah Utara dan Kompleks Benteng Belanda yang berbenruk bintang di seberang Kali Semarang sebelah Selatan.
Pada tahun 1875 M pemerintahan Hindia Belanda membuka Kanal Baru sebagai jalur baru pelayaran yang berbentuk lurus menggantikan jalur Kali Semarang yang berkelok-kelok. Pembukaan Kanal Baru semakin menguatkan fungsi Koridor Layur sebagai koridor perdagangan dikarenakan ujung pertemuan antara Kali Semarang dan Kanal Baru tepat berada di ujung Utara (discberang Pasar Ngilir) Koridor Layur. Keunikan yang terjadi di Koridor Layur adalah bertemunya dua etnik disepanjang tersebut, yaitu etnik Arab dan etnik Cina. Pertemuan dua etnik ini ditandai secara fisik berupa landmark yang berbentuk Mesjid Menara dibangun tahun 1802 M dan Klenteng Dewa Bumi dibangun tahun 1900 M. Selain itu keberadaan rumah-rumah saudagar Arab yang berada dibelakang deretan ruko pecinan juga mempunyai keunikan pada terbentuknya tata ruang dan bangunan pada Koridor Layur tersebut.
Keberadaan Koridor Layur pada saat ini yaitu abad 20 M sangat memprihatinkan, terlihat kumuh, dan rawan kriminalitas. Banyak bangunan ruko pecinan yang tidak berfungsi, rusak dan runtuh sedangkan gerbang rumah saudagar Arab ada beberapa yang sudah tidak berfungsi karena sudah tidak terdapat rumah saudagar Arab lagi. Permasalahan yang muncul dikarenakan beberapa faktor dan aspek dalam kaitanya dengan perkembangan Kota Semarang. Keberadaan koridorperdagangan seperti Koridor Layur di Semarang sudah mulai luntur karena sudah digantikan dengan gedung-gedung yang dilengkapi fasilitas modem dan memberikan kenyamanan bagi pengunjungnya terhadap pengaruh alam seperti hujan dan panas matahari. Usaha untuk menggali dan mendiskripsikan proses perkembangan Koridor Layur di Kampung Melayu Semarang, dilakukan pengkajian arsitek-tural dengan melakukan pendekatan urban, history dan morfologi.
Penelitian bersifat eksploratif, analisis penelitian mengarah pada proses perkembangan Koridor Layur. Pembahasan koridor Layur dititik beratkan pada morfologi koridor tersebut yang berkaitan dengan aspek arsitektural dan sosio kultural. Temuan yang didapat adalah morfologi Koridor Layur, dipeloleh dari kronologi sejarah perkembangan Koridor Layur dengan menggunakan peninjau dari abad ke abad. Morfologi Koridor Layur akan bennanfaat bagi penentuan aktifitas yang akan dimunculkan guna menghidupkan kembali Koridor Layur. Secara keseluruhan morfologi yang erjadi di Koridor Layur disebabkan oleh aktivitas yang terjadi di sepanjang Kali Semarang dan memunculkan adanya komunikasi keruangan atau shearing space antara etnik Arab dan etnik Cina sehingga keduanya saling mendukung dalam melakukan aktivitasnya disepanjang koridor tersebut. perubahan aktivitas yang terjadi di sepanjang Kali Semarang akan mempengaruhi morfologi Koridor Layur, selain itu dari komunikasi keruang atau shearing space tersebut memunculkan ciri tersendiri terhadap tata ruang dan bangunannya.
Hasil penelitian ini diharapkan memberikan gambaran penyebab awal terbentuknya Koridor Layur serta potensi yang ada, dalam upaya pengembangan Koridor Layur guna meningkatkan kualitas lingkungannya. Hasil penelitian ini diharapkan pula bisa menjadi acuan bagi pemerintah, swasta atau masyarakat bahwa pentingnya perhatian dan perawatan artefak-artefak perkotaan di Semarang. Konsep wisata historis bisa dijadikan sa]ah satu sarana untuk melestarikan artefak-artefak , perkotaan guna menanjang terciptanya identitas kota Semarang.

Sosial Budaya Kampung Layur
Di sisi arsitektur, nilai kearifan lokal tercermin dengan arsitektur yang lentur dan adaptif terhadap budaya yaitu dengan terjadinya akulturasi dalam pola perubahan desain rumah etnik-etnik di kampung Melayu Semarang yang memiliki kecenderungan bentuk baru dengan makna lama, dimana pada beberapa bagian bangunan terdapat bentuk baru dalam pengertian unsur lama yang diperbaharui, sehingga terjadi intepretasi baru terhadap bentuk lama yang pada dasarnya tetap berakar dan kebudayaan masing-masing etnik di kampung Melayu Semarang. Jadi terjadi semacam negosiasi antara unsur lama dengan unsur baru ataupun unsur lain.

Bangunan Bersejarah di Kampung Layur
  1. Masjid Layur
    Masjid Layur, salah satu masjid tua di Semarang yang masih kokoh berdiri terletak di jalan Layur Kampung Melayu. Lokasinya cukup mudah dijangkau, dari arah pasar Johar ikuti jalur putar yang menuju arah kantor pos atau arah stasiun Tawang, dari rel kereta api di depan Jalan Layur, menara Masjid Layur sudah kelihatan kokoh menjulang tinggi. Dinamakan Kampung Melayu karena pada tahun 1743 sebagian besar orang yang mendiami kawasan tersebut adalah orang-orang ras Melayu.Pada masa tersebut di kampung ini terdapat tempat untuk mendarat kapal dan perahu yang membawa barang dagangan, sehingga tidak mengherankan kalau ada bagian yang dinamakan pula Melayu Dara. Lokasinya yang sangat strategis mengundang orang untuk berdiam di situ pula. Dicatat bahwa orang-orang dari Arab kemudian menempati kampung tersebut.
    Dilihat dari luar, masjid Layur menyimpan banyak sejarah masa lalu daerah sekitar masjid dan Semarang pada umumnya. Dari segi bangunan, masjid Layur termasuk salah satu masjid yang unik, masjid ini dikelilingi tembok tinggi dengan menara khas Timur Tengah berada di depan, di samping pintu masuk. Bangunan utama masjid sendiri bergaya khas Jawa dengan atap masjid susun tiga, ornamen-ornamen dinding terlihat unik dan indah. Lantai bangunan dibuat seperti rumah gadang dan hanya dapat dicapai dengan tangga yang terdapat pada sisi muka. Pondasi dari batu yang memikul struktur kerangka kayu. Masjid ini dilihat dari gaya arsitekturnya merupakan percampuran dari tiga budaya yaitu Jawa, Melayu dan Arab dengan sentuhan keindahan oleh para pembuatnya.
    Walaupun sudah dimakan usia namun masjid ini masih kokoh dan masih digunakan oleh masyarakat sekitar untuk beribadah. Sampai sekarang masjid ini masih terus dirawat oleh yayasan masjid setempat sebagai upaya pelestarian sejarah dan sebagai masjid tua kebanggaan Kota Semarang. Secara menyeluruh masjid Layur masih asli seperti pertama kali dibuat, hanya ada sedikit perbaikan seperti penggantian genteng dan penambahan ruang untuk pengelola pada sisi kanan kompleks masjid. (loenpia.net)

Toponim Blok-blok di Kampung Layur
Blok - blok permukiman di Kampung Melayu terjadi karena adanya proses pengelompokan sosial, berdasarkan pada kekerabatan dan identitas etnik penghuninya.
Dalam perkembangannya muncul toponim blok - blok permukiman untuk menunjukkan tempat bermukim mereka secara spesifik, dan juga menunjukkan keberadaan tempat (space)tersebut pada suatu lingkungan binaan tertentu. Munculnya toponim (nama) blok permukiman di Kampung Melayu berdasarkan fenomena pada waktu itu. Misalnya muncul sebutan "spesifik" karena kondisi topografinya (pohon, rawa, sungai, daratan), asal - usul penduduknya (Banjar, Pecinan, Cirebonan), dan adanya peristiwa penting pada kawasan tersebut (Kampung Geni, Kampung Baru).


Kondisi Kampung Melayu Saat ini


Etnik Melayu yang tinggal di kampung Melayu masih dapat ditemui di Kampung Pencikan dan Kampung Kali Cilik. Bangunan arsitektural murni Melayu sudah jarang ditemui karena umumnya sudah ditinggalkan pemiliknya atau diubah dengan bentuk / style yang lain. Di Kampung Kali Cilik masih terdapat satu rumah yang merupakan style bangunan Melayu yang ditinggali oleh padagang berlian yang bernama bapak Khairul Amman yang berasal dari etnik Banjar. Style rumah melayu menunjukkan percampuran style Melayu, Banjar dan kolonial Belanda. Sampai saat ini kondisi rumah masih terlihat terawat dengan baik.

Tema : Menggali pesona Kampung Layur
· Judul : Balai Perkumpulan Warga Kampung Layur
· Kriteria Peserta
1. Peserta merupakan mahasiswa berstatus SI/D3 dari Perguruan TInggi Negri / Swasta
2. Peserta terdiri dari individu / kelompok maksimal 3 orang dengan ketentuan :
- Tiap kelompok, mahasiswa diijinkan terdiri dari mahasiswa yang satu jurusan maupun berbeda jurusan.
· Ketentuan Pendaftaran
1. Peserta mengisi formulir pendaftaran yang bisa di download melalui web
2. Biaya pendaftaran sebesar Rp 50.000,00
3. Pembayaran dilakukan melalui transfer uang ke rekening BCA a.n Grace Amelia Gunawan 8030103301
4. Formulir pendaftaran dan Form Pernyataan dilengkapi dengan KTM (scan) dan scan bukti transfer uang dikirimkan ke panitia selambat-lambatnya 31 Agustus 2011 pukul 00.00 melalui email ke graceamelia92@yahoo.co.id
5. Peserta yang sudah mentransfer uang dan tidak melakukan ketentuan pada no.3 dianggap mengundurkan diri dan uang menjadi hak panitia.

· TOR yang dapat di download melalui web
1. Konsep rancangan bangunan maksimal 2 lantai
2. Peta CAD daerah kampung layur
3. Ketentuan bangunan
- Lahan berada di tapak bentuk persegi panjang dengan dimensi 25x8m
- Lahan terletak di daerah Urban, di Jalan Mujair
- Iklim :
Jumlah Curah hujan : 177m/th
Jumlah hari dengan curah hujan terbanyak :2 hari
Suhu minimum : 27°C dan suhu maksimum : 34°C
- Bangunan dibatasi dengan ketentuan KDB (Koefisien Dasar Bangunan) = 60% Dan KLB (Koefisien Luas Banguan ) = ,,,% dengan ketentuan maksimal 2 lantai (dan PERDA (adobe reader))
- Sifat tanah yang ada datar dan tidak keras (sering terkena banjir dan rob)
- Bangunan berfungsi sebagai Balai tempat berkumpul para warga kampung Melayu
- Estimasi biaya maksimum biaya :
Dengan ketentuan peserta harus mampu membuat Rencana Anggaran Bangunan untuk bangunan tersebut, harga yang digunakan merupakan harga wajar dan berlaku untk saat ini di pasaran.

4. Aspek penilaian
- Kenyamanan dan kesehatan pengguna

Desain balai yang merupakan fasiltas sosial untuk tempat berkumpulnya para warga untuk musyafarah atau sebagainya yang ada diharapkan memenuhi kenyamanan dan kesehatan pengguna. Penggunanya tak lain ialah warga kampung layur sendiri.
- Ekonomi

Desain balai menggunakan anggaran biaya yang masuk akal. Maksudnya, apabila desain bangunan balai nantinya akan dipakai untuk diadakan pembangunan balai tersebut anggaran yang benar-benar sesuai atau mendekati sesuai dengan perekonomian warga kampung layur.
- Estetika

Selain memperhatikan factor ekonomi untuk perencanaan sebuah bangunan balai di kampng layur, faktor estetika/keindahan dalam desain balai juga diperhatikan. Estetika bangunan yang baik dan menunjukkan bahwa bangunan itu merupakan bangunan sosial akan lebih memberikan dampak positif kepada warga kampung layur untuk ke depannya
- Struktur pada konstruksi bangunan dan bahan bangunan

Pemilihan struktur bangunan yang tepat juga menjadi prioritas dalam penilaian. Bangunan balai tentunya diharapkan menjadi bangunan yang kokoh dan dapat menyesuaikan terhadap permasalahan-permasalahan yang ada di kampung layur. Pemilihan bahan bangunan yang tepat juga menjadi aspek penilaian. Karena tentunya berbeda dalam perencanaan bangunan di daerah yang tidak terkena rob dan terkena rob
- Konsumsi energi dan limbah yang dihasilkan

Sebuah bangunan tentunya menggunakan energy dan menghasilkan limbah. Dalam desain bangunan balai diharapkan bangunan mampu merespon hal-hal tersebut dengan menerapkan bangunan yang hemat energy dan dapat menanggulangi permasalahan limbah yang muncul dalam bangunan tersebut, semisal menggunakan teknik recycle/daur ulang terhadap sampah yang diasilkan atau sebagainya
- Penyelesaian terhadap permasalahan eksisting
Permasalahan lingkungan spt : rob, banjir, dekat rel kereta api, dsb diharapkan dapat diatasi dalam desain balai di kampng layur. Penyelesaian terhadap permasalahan-permasalahan eksisting yang ada tersebut diharapkan terlihat dan diterapkan dalam desain balai.


· Ketentuan Produk yang diminta
1. Konsep Bangunan 1 halaman (A4)
2. Peta situasi (A3, Skala 1 : 100)
3. Tampak bangunan sebanyak 4 buah (A3, Skala 1: 100)
4. Denah per lantai (A3, Skala 1 : 100)
5. Potongan bangunan sebanyak 4 buah (A3, Skala 1 : 50)
6. Detail konstruksi bangunan 1 buah (A3, Skala 1 : 20)
7. Perspektif Eksterior 1 buah (A3)
8. Perspektif Interior 1 buah (A3)

* teknik penyajian hasil karya, semua gambar dibuat dengan menggunakan AutoCad kecuali konsep bangunan, perspektif ekterior dan perspektif interior.
*pengumpulan karya 22 Agustus - 16 September meliputi :
- Softcopy (cd) mencangkup semua ketentuan produk
- Hardcopy mencangkup semua ketentuan produk
* karya dimasukkan ke dalam 1 amplop besar dan dikirim ke Unika.

· Persyaratan- Persyaratan
1. Anggaran biaya maksimal 1 m2 Rp 2.500.000,00
2. Masalah eksisting yang terjadi :
- Banjir
- Rob
- Berada di dekat rel kereta api.
3. Peraturan daerah
4. Desain merupakan karya asli peserta. Peserta wajib mengisi surat keterangan kepemilikan karya dengan diperkuat tanda tangan dan materai 6000 rupiah.
5. Karya sepenuhnya menjadi hak milik panitia dan panitia tidak bertanggung jawab atas tindakan hukum yang terjadi.
6. Keputusan dewan juri dan panitia bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat
7. Panitia tidak melayami pertanyaan/surat menyurat

· Jadwal Kegiatan
  1. Pendaftaran : 5 Agustus – 31 Agustus 2011
  2. Pembayaran : 5 Agustus – 31 Agustus 2011
  3. Pengumpulan dan pengiriman produk : 22 Agustus – 16 September 2011
  4. Penjurian : 19 September 2011
  5. Diskusi dengan warga :25 September 2011



selengkapnya klik termasuk tor serta data yang perlu di download : sayembara layur 2011

13.11.10

10.11.10

Sayembara Desain Rumah “RUMAH KOKOH AMAN GEMPA”


LATAR BELAKANG

Gempa bumi bukanlah sesuatu yang kita harapkan. Tetapi belakangan, bencana ini seolah terus mengusik kedamaian negeri kita tercinta. Dari mulai Lampung, Bengkulu, Aceh, Tasikmalaya, Jawa Tengah dan DIY, sampai NTT, sudah mengalami bencana ini. Selain memakan korban manusia, gempa ini juga meruntuhkan banyak bangunan.

Menurut ahli kebumian, wilayah Indonesia termasuk daerah yang rawan gempa karena posisinya terletak pada pertemuan 3 lempeng (patahan) bumi. Ini berarti semua daerah memiliki potensi gempa di kemudian hari tanpa terkecuali.

Pada beberapa kasus gempa, mayoritas korban mengalami luka atau meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan dinding atau atap bangunan. Artinya, faktor kekuatan bangunan ikut berpengaruh terhadap jumlah korban.

Faktor material dan struktur jelas berpengaruh pada ketahanan bangunan terhadap gempa. Struktur yang fleksibel dan dinamis, akan memberikan pergerakan yang dinamis pula saat terjadi guncangan. Demikian halnya dengan material yang digunakan. Semakin ringan material, akan semakin baik juga dalam meminimalisasi risiko rumah ambruk. Intinya, sesuatu itu harus dibangun dan didesain secara efektif dan tepat guna.

Sayembara Desain Rumah 2010 ini akan menggali berbagai ide dan invoasi kreatif dalam hal perancangan bangunan tahan gempa, dengan tetap memperhatikan aspek keindahan bangunan dan keserasian dengan lingkungan sekitar.

Yang dimaksud tahan gempa di sini, bukan berarti rumah atau bangunan yang tidak rusak sama sekali ketika terguncang gempa. Melainkan bangunan yang mampu bertahan terhadap guncangan atau tidak roboh seketika sewaktu terkena guncangan.

Harapannya, semoga hasil sayembara ini dapat menjadi inspirasi bagi pembaca dan masyarakat luas dalam mendesain rumah yang berada di daerah rawan gempa atau berpotensi gempa.

PERMASALAHAN

Andra Wijaya (35 th) dan Yuanita Irsyanti (33 th) masih bisa mengingat dengan jelas bencana yang menimpa mereka dan keluarga. Gempa itu menghancurkan rumah orangtua mereka, yang juga tempat tinggal mereka dan kedua anaknya. Rumah yang menjadi kebanggaan akhirnya menjadi puing-puing belaka. Sedih, jelas terasa. Apalagi ayah Andra menjadi salah satu dari korban bencana gempa itu, karena tertimpa reruntuhan rumahnya.

Walaupun mengalami trauma, Andra sudah terlanjur merasa “terikat” dengan kota kelahiran yang telah membesarkan dirinya dan mempertemukannya dengan sang pujaan hati hingga lahirlah kedua buah hati mereka, Andri Sutanto Wijaya (10 th) dan Erika Puteri Wijaya (6 th). Pekerjaannya sebagai seorang dosen kesenian di salah satu universitas, juga membuatnya tak bisa meninggalkan kota ini. Begitupun dengan sang istri, yang berprofesi sebagai guru les piano, merasa bahwa kota tempatnya sekarang sudah menjadi bagian dari hidupnya.

Kini, Andra dan Yuanita ingin membangun rumah sendiri, memisahkan diri dari orangtua. Dengan pengalaman yang pernah dilaluinya, pasangan ini ingin membangun rumah yang memiliki risiko minimum terhadap gempa. Apalagi rumah yang dibangun masih berada di lokasi rawan gempa. Mereka ingin memberikan jaminan keselamatan terhadap anak-anaknya, dan tidak ingin kejadian lalu terulang pada keluarganya. Di luar masalah kekuatan, mereka tetap menginginkan rumah yang terlihat indah dan bisa mengakomodasi kebutuhan mereka.

DATA TAPAK

1. Lokasi di daerah rawan gempa yang ditentukan sendiri oleh peserta Sayembara.
2. Lokasi tapak ada di dekat perkampungan penduduk.

3. Ukuran lahan 8 m x 15 m.
4. Depan tapak adalah jalan berukuran 7 m, sedangkan kanan, kiri, dan belakang berbatasan dengan rumah tetangga.

5. Tinggi bangunan dan tinggi bangunan sekitarnya adalah 5 m (1 lantai, dari permukaan tanah ke puncak atap).

6. Garis Sempadan Bangunan = 4 m

7. Koefisien Dasar Bangunan = 60

8. Rumah menghadap ke arah barat.

9. Suhu rata-rata bulanan
a. Suhu rata-rata = 27° C
b. Suhu maksimum = 34° C
c. Suhu minimum = 24° C
10. Kelembapan rata-rata bulanan
a. Trimester 1 = 82%
b. Trimester 2 = 79%
c. Trimester 3 = 73%
d. Trimester 4 = 76%
11. Kecepatan angin bulanan = 3 Knot

ASPEK PENILAIAN

1. Inovasi desain, dengan tetap mempertimbangkan estetika dan memberikan solusi terhadap kondisi yang ada, mencakup:

  • Desain Arsitektur
  • Layout atau penempatan ruang
  • Konsep aman gempa

2. Sistem atau teknologi yang digunakan (sederhana)

3. Optimalisasi penggunaan semen dan material modern non semen.

4. Implementasi terhadap kenyataan di lapangan

5. Kesesuaian desain bangunan dengan lingkungan sekitar, termasuk lingkungan alam (iklim, cuaca) dan kondisi sosial budaya masyarakat.

6. Presentasi hasil karya di hadapan juri (khusus untuk 5 finalis).

SYARAT DAN KETENTUAN

  • Peserta adalah mahasiswa S1 jurusan Teknik Arsitektur dan S1 jurusan Teknik Sipil yang masih terdaftar sebagai mahasiswa sampai Desember 2010.
  • Peserta sayembara adalah perorangan (bukan kelompok atau tim).
  • Gagasan desain adalah karya asli peserta dan belum pernah dipublikasikan dan diikutsertakan dalam lomba apapun.
  • Karya yang masuk tidak akan dikembalikan dan penyelenggara berhak mempublikasikan karya tersebut.

PENDAFTARAN

  • Pendaftaran hanya melalui e-mail sayembara@tabloidrumah.com dengan menyertakan nama, universitas, Nomor Induk Mahasiswa (NIM), telepon/handphone, alamat lengkap dan e-mail.
  • Pendaftaran ini tidak dipungut biaya (gratis).

PENYAJIAN

1. Karya disimpan dalam bentuk CD, yang berisi:

a) File identitas diri dalam format TXT yang meliputi nama lengkap, salinan kartu mahasiswa, salinan KTP, alamat lengkap, dan nomor telepon/handphone, dan alamat e-mail.

b) Penyajian karya berupa satu halaman file PDF, berukuran A1 (594 mm x 841 mm), berformat horizontal, berukuran maksimal 1 MB, yang memuat:

  • Konsep desain maksimal 200 kata yang ditulis dalam font Arial ukuran 14 dan ukuran 24 khusus untuk judul.
  • Rencana tapak (skala 1:100)
  • Tampak depan (skala 1:50)
  • Detail desain inovatif yang diunggulkan (skala 1:20 dan perspektif)
  • Detail kontruksi tahan gempa (skala 1:20 dan perspektif)
  • Perspektif eksterior dan massa bangunan

c) RAB (Rencana Anggaran Biaya) kasar, tak perlu detail

d) File asli setiap gambar yang disimpan dalam folder tersendiri. Setiap gambar disimpan dalam format JPG, berukuran A4 (210 mm x 297 mm), resolusi 300 dpi.

2. Data peserta TIDAK dicantumkan ke dalam format PDF.

3. CD dimasukkan ke dalam amplop tertutup dan dikirim ke:

Sdri. Dian Evitani (Sekretariat Redaksi Tabloid RUMAH)

Gedung Kompas Gramedia

Jl. Raya Panjang No. 8A, Unit 1, Lt. 2

Kebon Jeruk, Jakarta 11530

Telp: (021) 5330150, 5330170

Ext. 33810, 33811, 33812

PENYERAHAN DOKUMEN

Dokumen harus sampai ke alamat redaksi paling lambat tanggal 31 Januari 2011 (cap pos).

JURI

  • Eko Prawoto (Arsitek)
  • Yuskar Lase (Dosen Teknik Sipil UI)
  • Ir. Supardi (Kepala Puslitbang Soseklik Dept. PU)
  • Irfan Hidayat (Redaksi Tabloid RUMAH)

MEKANISME PENJURIAN

  • Penjurian dilakukan dalam beberapa tahap
  • Pemilihan 20 nominator
  • Pemilihan 5 finalis
  • Presentasi 5 finalis di hadapan juri untuk menentukan pemenang
  • Karya-karya nomine, finalis, dan pemenang akan diumumkan di Tabloid RUMAH.
  • Pemenang Karya Favorit Pembaca dipilih dari 20 nominator melalui sms yang dikirim oleh pembaca Tabloid RUMAH.

HADIAH DAN PENGHARGAAN

  • Pemenang I : Rp 20.000.000 + Plakat + Piagam
  • Pemenang II : Rp 15.000.000 + Plakat + Piagam
  • Pemenang III : Rp 10.000.000 + Plakat + Piagam
  • Pemenang IV & V : @ Rp 2.500.000 + Plakat + Piagam

TAMBAHAN:

  • 20 nominator karya terbaik akan dibukukan dan dipublikasi.
  • 5 finalis terbaik, selain karyanya dibukukan, juga akan diprofilkan secara khusus di Tabloid Rumah.

info lebih lanjut klik : http://www.tabloidrumah.com/?page_id=2742

7.11.10

Sayembara Masjid Kawasan Rest Area Jembatan Suramadu




Updated 4 November 2010

Menindaklajuti hasil pertemuan Panitia Sayembara Pra Rancangan Masjid Kawasan Rest Area Jembatan Suramadu dengan pihak IAI Daerah Jawa Timur, sekaligus mengakomodasi agar kegiatan Sayembara Arsitektur dapat menjadi sarana untuk menciptakan iklim kompetisi untuk dapat menggali hasil rancangan terbaik, maka berdasarkan Surat dari Ketua IAI Daerah Jawa Timur no 045/E/IAI/11.2010 tanggal 4 November 2010 perihal kegiatan sayembara tersebut diatas, pihak IAI Jawa Timur pada prinsipnya telah mendukung kegiatan Sayembara ini..

Pihak IAI Daerah Jawa Timur telah memberikan masukan-masukan terhadap Kerangka Acuan Kerja yang ada. Selanjutnya Panitia Sayembara telah melakukan penyempurnaan terhadap Kerangka Acuan Kerja yang ada berdasarkan masukan-masukan yang telah diberikan pihak IAI Daerah Jawa Timur. Secara lebih detail KAK Sayembara tersebut dapat didownload

KERANGKA ACUAN KERJA

Untuk memberikan kesempatan lebih luas kepada seluruh masyarakat khususnya anggota IAI dan sesuai dengan kesepakatan dengan IAI Daerah Jawa Timur, maka Panitia memberikan perpanjangan pendaftaran sampai dengan tanggal 11 November 2010 pukul 12.00. Sedangkan waktu pengumpulan tetap sesuai dengan jadual semula.

Demikian semoga informasi ini bermanfaat dan selamat ber-sayembara !
Surabaya, 4 November 2010

Panitia Sayembara.


Latar Belakang
Untuk menggali gagasan terbaik dan ide-ide kreatif dalam bentuk usulan rancangan awal (preliminary design) Masjid di Kawasan Kaki Jembatan Suramadu (KKJS) tepatnya di Rest Area sisi Madura, Badan Pengembangan Wilayah Suramadu menyelenggarakan kegiatan sayembara rancangan yang bersifat terbuka.

Masjid kawasan Rest Area Jembatan Suramadu berada di gerbang pintu masuk dari arah Surabaya ke Madura, sekaligus menjadi tetenger (Landmark) bagi kawasan, sehingga memperkuat nilai arsitektural dan estetika lingkungan di sekitarnya.


Jadual
Pengumuman : 19 Oktober – 31 November2010
Pendaftaran & Tanya jawab : 19 Oktober – 11 November 2010 jam 12.00
Pemasukan Hasil Karya : 6 Desember 2010
Pameran : 13 - 15 Desember 2010
Penjurian : 14 Desember 2010
Pengumuman Pemenang : 15 Desember 2010
Penyerahan Hadiah : ditentukan kemudian


Hadiah :
Pemenang 1 : Rp. 20.000.000,- + sertifikat
Pemenang 2 : Rp. 10.000.000,- + sertifikat
Pemenang 3 : Rp. 5.000.000, + sertifikat
Pemenang Favorit : Rp . 3.000.000,- + sertifikat

Pemenang yang memenuhi syarat sesuai ketentuan yang telah ditetapkan akan dilibatkan dalam tahapan Perencanaan selanjutnya atau Detail Engineering Design..

Tidak diadakan anwijzing/penjelasan dalam sayembara ini, pertanyaan peserta dapat diajukan melalui email : sayembara.bpws@gmail.com dan milis : sayembara-bpws@googlegroups.com.biaya

Sayembara terbuka untuk umum, formulir pendaftaran bisa di download di sini
Tidak dipungut biaya dalam kegiatan sayembara ini


Kerangka Acuan Kerja (KAK) secara lebih detail akan dikirimkan kepada peserta setelah mendaftar.

LOKASI
Lokasi rencana Masjid, berada di kawasan Rest Area Jembatan Suramadu, sekitar 300 meter dari ujung Jembatan Suramadu di sisi Madura


info lebih lanjut klik : http://sayembara-bpws.blogspot.com/

1.11.10

SAYEMBARA KONSEP DESAIN GEDUNG PERPUSTAKAAN NASIONAL

PENDAHULUAN
Dalam rangka peningkatan fungsi dan peran Perpustakaan Nasional RI, pihak pengelola Perpus takaan Nasional RI bermaksud menyelenggarakan sayembara konsep desain gedung Perpustakaan Nasional RI. Untuk itu telah dibentuk Panitia Penyelenggara Sayembara, yang salah satu tugasnya adalah menyusun Kerangka Acuan Kerja (KAK) sayembara konsep desain gedung Perpustakaan Nasional RI.

KAK sayembara konsep desain gedung Perpustakaan Nasional RI ini disusun dengan merujuk ke Peraturan Penyelenggaraan Sayembara Arsitektur terbitan Ikatan Arsitek Indonesia, 2007.
Dari sayembara ini Perpustakaan Nasional RI berharap memperoleh masukan berupa gagasan-gagasan cemerlang dan orisinil sebagai bagian dari visi, misi, tujuan, dan sasaran kerja Perpustakaan Nasional RI sebagaimana tertuang dalam Rencana Strategis Perpustakaan Nasional RI 2010-2014.

Latar Belakang Sejarah dan Bangunan
Perpustakaan Nasional adalah sebuah perpustakaan yang secara khusus didirikan oleh pemerintah Negara demi menyimpan informasi negara.

Sejarah mencatat bahwa pada tanggal 6 maret 1989, Presiden RI melalui keppres no.11 tahun 1989 menetapkan Perpustakaan Nasional menjadi Lembaga Pemerintah Non Departemen yang berkedudukan dibawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. Perpusnas berlokasi di dua tempat terpisah, Jl.Salemba raya no. 28A dan Jl.Merdeka Selatan 11.

Sayembara yang akan diadakan adalah untuk komplek bangunan yang berada di jl.Merdeka Selatan 11. Sebelum berfungsi sebagai Perpustakaan Nasional, gedung ini berfungsi sebagai Perpustakaan Sejarah, Politik dan Sosial (SPS). Perlu diketahui, bangunan ini bernama Gedung Trisula, karena latar belakang sejarahnya, gedung ini termasuk dalam kategori gedung Bangunan Cagar Budaya yang dilindungi.

Dalam perkembangannya, semakin bertambah tugas yang diamanatkan dan semakin banyak koleksi yang harus didokumentasikan oleh Perpusnas maka dibangun gedung-gedung lain dalam komplek ini. Bangunan tambahan yang berada di belakang gedung Trisula dibangun terakhir pada tahun 1990-1992 dan tidak termasuk dalam kategori Bangunan Cagar Budaya.
Latar Belakang Penyelenggaraan Sayembara
Perpustakaan memiliki visi dan misi yang tidak ringan dan sederhana. Guna melaksanakan semua itu perlu didukung sumberdaya manusia yang kompeten serta prasarana yang cukup handal. Untuk itu Perpusnas RI berkeinginan membangun suatu Pusat Informasi dan Perpustakaan Modern berbasis TIK, bernuansa area rekreasi kepustakaan dan sentra temu para pemagku kepentingan (centre poin), namun tetap mempertahankan nilai budaya nasional. Maka diselenggarakanlah sayembara konsep desain arsitektur gedung perpusnas yang areanya menempati lokasi di belakang gedung Trisula, Jl.Merdeka Selatan no.11.
Maksud, Tujuan dan Sasaran
Maksud dari kegiatan ini adalah untuk menggali potensi, keinginan dan kebutuhan serta peran serta masyarakat, terhadap bentuk rancang bangun komplek Gedung Perpusnas RI yang terletak di Jl. Merdeka Selatan 11 dan tetap mempertahankan bangunan bersejarah yang sudah ada mengingat lokasi bangunan berada dilokasi rekreasi terpadu disekitar Monas.

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menyediakan konsep desain wahana rekreasi kepustakaan modern yang bersifat terbuka dan tidak deskriminatif sehingga Perpusnas dapat memberikan pelayanan yang lebih luas dan lebih nyaman bagi para pemustaka dalam rangka meningkatkan budaya gemar membaca dan gemar kunjung perpustakaan.

Sasaran dari kegiatan ini adalah untuk mendapatkan konsep pembangunan komplek Perpustakaan Nasional RI yang dapat memenuhi kebutuhan terhadap pelaksanaan TUPOKSI dan misi Perpusnas RI.
Lingkup Pekerjaan
Lingkup pekerjaan : konsep desain komplek Perpustakaan Nasional RI lengkap dengan fasilitas pendukungnya, seperti tertera pada program ruang termasuk konsep lansekap, dan sirkulasi dalam tapak.
DATA OBYEK SAYEMBARA
Lokasi dan Kondisi Lingkungan.
Lokasinya berada di Ring Satu atau Sentra Jakarta yang peruntukannya bersifat strategis dan mempertahankan aspek rekreasi budaya nasional. Disebelah utara berdiri Istana Presiden dan perkantoran Sekneg, MA, DDN, Mabes AD, sebelah timur berdiri Galeri dan perkantoran Pertamina, Kostrad, Depdag, DKP, Masjid Istiqlal, Gereja Kathedral dan Stasiun KA Gambir, sebelah barat berdiri Museum Gajah dan perkantoran Dephub, Depkominfo, Depparbud, Dephankam, MK dan PT Indosat, sebelah selatan berdiri Istana Wakil Presiden, Balai Kota DKI, Lemhanas, Perpusnas dan Kedutaan USA.
Tapak terletak di jl.Merdeka Selatan no.11 berhadapan dengan Monumen Nasional (Monas) dengan luas tanah hampir 12.000 m2.

KDB : 45%
termasuk bangunan lama yang dipertahankan
KLB : 4
GSB : 35 m
Luas Lahan : 11.920 m2
Luas Tapak Bangunan Maks. : 5.364 m2
Luas Lantai Gedung Maks. : 47.680m2
Luas Lt. Ged. Cagar Budaya : 1.591,27 m2
Gedung yg dpt dibangun : 46.008,73 m2
Ketinggian Bangunan Maks. : 24 lantai
Peruntukan Lahan : Pelayanan masyarakat
Berdasarkan surat Dinas Tata Kota Pemda DKI Jakarta
No.2086/03/DTK/XI/76 tanggal 26 November 1976.
Status Bangunan : Gedung Trisula termasuk dalam Bangunan Cagar Budaya
Di belakang Gedung lama akan ada patung hasil Sayembara Desain Sculpture. Bagaimana cara menyikapi patung tersebut, akan menjadi salah satu butir penilaian para juri.
Konsep Bangunan
Gedung Perpusnas ini diproyeksikan untuk mewadahi kegiatan One Stop Shopping di bidang Perpustakaan, Kepustakaan dan Informasi sehingga setiap orang yang datang dan memerlukan sesuatu yang terkait dengan kepustakaan dapat terlayani dan teeerpenuhi secara mudah, cepat dan lebih pasti. Kegiatan ini bersifat public dan tidak deskriminatif terhadap penyandang cacat.

Para peserta sayembara harus mampu menawarkan konsep bangunan yang mengakomodasi Gedung Perpusnas RI sebagai sarana yang modern dan memiliki karakteristik budaya Indonesia yang diperuntukkan untuk berbagai aktivitas yang terkait dengan pelayanan, pembinaan dan pengembangan perpustakaan yang bernuansa Teknologi Informasi dan Komunikasi.
Program Ruang
1. Zoning kawasan
2. Bangunan Utama.
3. Pembagian space secara umum 70% adalah ruangan baca dan rak buku, sedangkan 30% diperuntukkan bagi ruangan pendukung. Ruang-ruang yang perlu ada dalam 70% space itu antara lain:
1) Ruang baca utama
2) Ruang baca khusus (disabled, tuna netra)
3) Ruang baca anak-anak
4) Ruang referensi
5) Ruang Audio Visual
6) Ruang peta dan denah
7) Ruang buku langka
8) Ruang e-journal dan e-book
9) Lobby dan ruang santai
10) Ruang Koran dan majalah

5. Fasilitas penunjang:
1) Lahan parkir
2) Loading Barang
3) Landscaping
4) Pemagaran
5) Taman dan kolam

6. Fasilitas pelengkap :
1) Perpustakaan harus bisa dirasakan oleh pemustaka sebagai studi hall, sehingga mereka tidak hanya datang untuk mencari bahan pustaka tetapi karena dapat belajar dekat dengan sumber informasi didalam perpustakaan.
2) Perpustakaan dilengkapi dengan ruang belajar yang dilengkapi fasilitas music, pencahayaan, mebeler yang nyaman, dekorasi (warna, taman dalam ruang, rangkaian bunga hidup, dll) sehingga lebih menyenangkan untuk belajar di perpustakaan.
3) Perpustakaan juga perlu dilengkapi fasilitas lain misalnya ruang internal coffeeshop sehingga pemustaka dapat membaca atau berdiskusi sambil menikmati minum kopi.
KRITERIA KONSEP DESAIN
Bentuk bangunan (kategori bangunan bersejarah)
Melihat site plan Perpusnas yang berada di Jl Merdeka Selatan, pembangunan gedung Perpusnas sebaiknya cenderung kombinasi, antara bangunan lama yang tidak boleh dipugar (Gedung Trisula) dan bangunan baru.

Fungsi
  1. Komplek Perpusnas yang berada di Ring Satu merupakan bagian dari Pusat Kebudayaan Nasional (Civic Center) bagi kota Jakarta yang berpusat disekitar Monas.
  2. Konsep Perpustakaan sebagai wahana rekreasi pustaka dan sumber pengetahuan yang bermanfaat.
  3. Memenuhi kebutuhan masyarakat pemustaka modern berbasis TIK dan selalu dapat mengikuti perkembangan TIK.
  4. Memiliki fasilitas modern dan kualitas estetika yang cukup tinggi guna memfasilitasi akses informasi dalam berbagai format, baik untuk kepentingan konsultasi, studi, penelitian dan acuan.
Standard
  1. Menyediakan ruang baca yang cukup secara kualitas dan kuantitas
  2. Memperhatikan standar ukuran dan proporsi yang disyaratkan dalam perancangan sebuah perpustakaan.
  3. Memperhatikan aspek ramah lingkungan dan hemat energi
Keamanan dan Keselamatan
Bangunan harus memperhatikan aspek keamanan, kenyamanan dan ketenangan serta kebebasan dalam rangka belajar atau menggali pengetahuan.

Konsep Pengembangan
  1. Perpustakaan Digital
  2. Pusat Informasi dan kepustakawanan
  3. Pusat jasa informasi berbasis jaringan TI
  4. Museum (perkembangan) perpustakaan dan kepustakaan
  5. Pusat komunikasi masyarakat peduli perpustakaan
  6. Pusat rekreasi perkembangan ilmu pengetahuan, seni dan humaniora.
  7. Pusat jejaring nasional kepustakaan
TEKNIS PENYELENGGARAAN
Pelaksana Sayembara
Penyelenggara pameran ini adalah Biro Umum Perpustakaan Nasional.
Alamat Panitia Penyelenggara
PANITIA PENYELENGGARA SAYEMBARA PERPUSNAS
Jalan Wolter Monginsidi No.64-A Lantai 3
Kebayoran Baru - Jakarta Selatan 12170
Website: www.sayembaraperpusnas.com
Jadwal
Pengumuman : 24 Oktober 2010
Pendaftaran & Pengambilan Dokumen : 24 oktober–20 November 2010
Tanya-jawab : 01-06 November 2010 melalui menu "Kontak" pada website.
Pemasukan Karya : 27 November 2010
Penjurian : 30 November 2010
Pengumuman Pemenang : 05 Desember 2010
Sifat Sayembara
  1. Bersifat rahasia
  2. Dilangsungkan dalam satu tahap
  3. Hasil yang disayembarakan adalah "KONSEP DESAIN KOMPLEK DAN BANGUNAN PERPUSTAKAAN NASIONAL RI"
  4. Sayembara ini terbuka bagi umum.
Persyaratan Keikutsertaan
  1. Peserta sayembara ini adalah para desainer, perancang, arsitek lansekap, arsitek, perencana dan warna Negara Indonesia.
  2. Peserta dapat mengikuti sayembara sebagai perorangan atau dalam kelompok.
  3. Peserta tidak diharuskan terdaftar sebagai anggota asosiasi profesi.
  4. Pendaftaran dilakukan atas nama peserta yang bersangkutan dan peserta tersebut menjadi penanggung jawab atas hasil perancangan.
  5. Tidak diperkenankan bagi para pihak-pihak yang berkaitan dengan dewan juri baik secara pribadi maupun profesional untuk mengikuti sayembara (saudara / rekan kerja satu kantor), guna menghindari konflik kepentingan.
Pendaftaran ( Download Formulir )
  1. Pendaftaran dilakukan melalui Website ini dengan mendownload formulir pada menu "DOWNLOAD".
  2. Pendaftaran sayembara ini tidak dikenai biaya.

Pengembalian Formulir
Pengembalian formulir dilakukan dengan meng-upload formulir yang sudah diisi lengkap melalui website ini pada bagian "KIRIM FORMULIR"
PEMASUKAN KARYA SAYEMBARA
Syarat Pemasukan Karya :
1. Tiap peserta hanya diperbolehkan mengirim satu karya sayembara.

2. Penyajian dapat dilakukan dengan pilihan bebas, manual atau dengan komputer.

3. Karya sayembara harus digambar dikertas putih (bukan kalkir).

4. Peserta diminta untuk memasukkan karyanya pada format A2 susunan HORISONTAL (lansekap) yang dilekatkan di atas panel ringan dan kaku seukuran tepat A2 (tidak lebih besar) maksimal 4 lembar. Pada gambar karya tidak diperkenankan untuk mencantumkan identitas kecuali Nomor Pendaftaran Peserta pada sudut kanan atas gambar berukuran 5 X 5 cm.
5. Identitas peserta, baik perorangan maupun kelompok dicantumkan terpisah dalam kertas putih berukuran A4; dimasukkan ke dalam amplop dan ditutup rapat.
6. Bersama lembar-lembar gambar, amplop tersebut dimasukkan ke dalam amplop yang lebih besar dalam keadaan tertutup rapat pula.

7. Gambar-gambar yang dimaksud memuat :
* Konsep ide gagasan desain
* Gambar Denah Situasi, Skalatis
* Gambar Denah, Tampak dan Potongan bangunan Stadion, Skalatis
* Gambar Perspektif Eksterior dan Interior
* Penjelasan lain yang dianggap perlu

8. Seluruh materi Gambar karya juga diminta untuk menyertakan datanya tersebut kedalam CD-R untuk keperluan dokumentasi Penyelenggara, ke dalam data file maksimum sebesar 10 MB, dalam bentuk format .jpeg per halaman gambar.

9. Format penamaan file adalah sbb : no. urut pendaftaran - inisial nama peserta – no. lembar. Contoh : 04-AB-01 dst. (no. pendaftaran 04, inisial AB, no. lembar 01)

10. Menyertakan Formulir Nama Peserta dan Kelompoknya.

11. Untuk menjaga kerahasiaan dalam penjurian, peserta harus memasukkan karyanya (gambar, CD-R dan Nama Peserta) ke dalam amplop tertutup dan tidak diperkenankan mencantumkan identitasnya pada panel gambar tersebut kecuali Nomor Pendaftaran Peserta pada sudut kanan atas dan Judul Sayembara.

12. Amplop besar tersebut tidak boleh diberi tanda-tanda/isyarat apapun yang mengindikasikan identitas peserta sayembara.

13. Amplop besar itulah yang dikirimkan oleh para peserta ke alamat Panitia Penyelenggara Sayembara.

14. Panitia berhak mendiskualifikasi karya-karya peserta yang dinilai tidak memenuhi ketentuan-ketentuan administratif yang berlaku guna menjaga prinsip keadilan antar peserta sayembara
Batas Waktu Penyerahan karya :
Batas waktu penyerahan hasil karya sayembara ini adalah tanggal 27 November 2010, pukul 15.00 WIB di alamat Panitia Penyelenggara Sayembara.
PENJURIAN

Kriteria penilaian mencakup butir-butir sebagai berikut:
  1. Orisinalitas.
  2. Ketaatan terhadap peraturan bangunan setempat.
  3. Solusi yang tepat dan jitu, khususnya terhadap isu “arsitektur hijau”.
  4. Ketepatan makna dan penyampaian gagasan.
  5. Ketepatan perlakuan terhadap bangunan gedung lama yang harus dipertahankan.
  6. Keputusan juri tidak dapat diganggu-gugat.
Penilaian hasil sayembara dilakukan oleh Dewan Juri yang terdiri dari 3 orang yaitu :
  1. Prof.Ir. M.Danisworo, M.Arch., MUP, PhD, IAI*
  2. Prof.Ir. Slamet Wirasondjaja, MLA, IAI.
  3. Prof.Ir. Gunawan Tjahjono, M.Arch., PhD, IAI
  4. Budi.A.Sukada Grad(Hons),IAI
* Dalam konfirmasi
HADIAH SAYEMBARA DAN STATUS PEMENANG
1. Hadiah
Hadiah total sejumlah Rp. 180,000,000,- akan diberikan kepada para pemenang, dengan rincian sebagai berikut:
- Pemenang Pertama Rp. 100,000,000,-
- Pemenang Ke Dua Rp. 50,000,000,-
- Pemenang Ke Tiga Rp. 30,000,000,-
2. Para peserta sayembara akan memperoleh sertifikat keikutsertaan dalam sayembara ini.
HAK CIPTA

1.Hak cipta adalah milik para peserta. Materi para pemenang sayembara, menjadi milik Perpustakaan Nasional.

2.Pihak Perpustakaan Nasional berhak menggandakan karya para peserta sayembara tersebut untuk keperluan publikasi tanpa harus meminta izin kepada yang bersangkutan.
3.Hasil karya peserta lainnya dapat diambil kembali ditempat pendaftaran, maksimal 1 minggu setelah pameran.

lebih lengkap : http://www.sayembaraperpusnas.com/sayembara/25-sayembara-konsep-desain.html

24.7.10

Registration 2011 Skyscraper Competition



eVolo Magazine is pleased to invite students, architects, engineers, and designers from around the globe to take part in the 2011 Skyscraper Competition.

The annual eVolo Skyscraper Competition is a forum for the discussion, development, and promotion of innovative concepts for vertical density. It examines the relationship between the skyscraper and the natural world, the skyscraper and the community, and the skyscraper and the city.

The exponential increase of the world’s population and its unprecedented shift from rural to urban areas has prompted hundreds of new developments without adequate urban planning and poor architectural design. The aim of this competition is to redefine what we understand as a skyscraper and initiate a new architectural discourse of economic, environmental, intellectual, and perceptual responsibility that could ultimately modify our cities and improve our way of life.

The use of new materials, technologies, aesthetics, and novel spatial organizations, along with studies on globalization, flexibility, adaptability, and the digital revolution are some of the multi-layered elements that the participants should take into consideration. This is also an investigation on the public and private space and the role of the individual and the collective in the creation of a dynamic and adaptive vertical community.

There are no restrictions in regards to site, program or size. The objective is to provide maximum freedom to the participants to engage the project without constraints in the most creative way. What is a skyscraper in the 21st century? What are the historical, contextual, social, urban, and environmental responsibilities of these mega-structures?

Registration

Students, architects, engineers, and designers are invited to participate in the competition. We encourage you to have multidisciplinary teams.

  • Participants must register by January 11, 2011.
  • Early Registration: US $65 until November 16, 2010
  • Late Registration: US $85 from November 17, 2010 to January 11, 2011
  • One registration = One project.
  • Participants may submit various projects, but must register each entry.
  • There is no limit as to the number of participants per team. Individual entries are accepted.
  • After your registration has been approved eVolo will send the registration number which will be necessary for submission boards.
  • R E G I S T E R Y O U R T E A M

Schedule

  • July 19, 2010 – Competition announcement, registration begins, acceptance of questions
  • November 8, 2010 – Deadline for submitting questions
  • November 16, 2010 – Early registration deadline
  • November 30, 2010 – Answers to questions posted on website
  • January 11, 2011 – Late registration deadline
  • January 18, 2011 – Project submission deadline
  • February 28, 2011 – Winners’ announcement

Submission Requirements

This is a digital competition and no hardcopies are necessary. Entrants must submit their proposal via email no later than January 18, 2011 (23:00 hours US Eastern Time) to the following email address: skyscraper2011@evolo.us

The project submission must contain the following files:

  1. Two boards with the project information including plans, sections, and perspectives. Participants are encouraged to submit all the information they consider necessary to explain their proposal. These boards should be 24″ X 48″ in HORIZONTAL format. The resolution of the boards must be 150 dpi, RGB mode and saved as JPG files. The upper right corner of each board must contain the participation number. There should not be any marks or any other form of identification. The files must be named after the registration number followed by the board number. For example: 0101-1.jpg and 0101-2.jpg.
  2. A DOC file containing the project statement (600 words max). This file must be named after the registration number followed by the word “statement”. For example: 0101-statement.doc.
  3. A DOC file containing the entrants’ personal information, including name, profession, address, and email. This file must be named after the registration number followed by the word “info”. For example: 0101-info.doc.
  4. All the files must be placed in a ZIP folder named after your registration number. For example: 0101.zip

Jury

Benjamin Aranda [principal Aranda\Lasch]
Juan Azulay [principal Matter Management, professor at Southern California Institute of Architecture]
Mario Cipresso [principal Studio Shift, professor at University of Southern California]
Ted Givens [associate director RMJM]
Eric Goldemberg [principal Monad Studio, professor at University of Miami]
Jose Gonzalez [principal Softlab, professor at Pratt Institute]
John Hill [editor Archidose]
Mitchell Joachim [principal Terreform One, professor at New York University]
Andrew Liang [principal Studio 0.10., professor at University of Southern California]
Chris Lasch [principal Aranda\Lasch]
Neri Oxman [principal Materialecology, Presidential Fellow at MIT Media Lab]
Javier Quintana [principal Taller Basico de Arquitectura, Dean of IE School of Architecture]
Rezza Rahdian [Architect, Second Place 2009 Skyscraper Competition]
Michel Rojkind [principal Rojkind Arquitectos]
Michael Szivos [principal Softlab, professor at Pratt Institute]

Regulations

  1. This is an anonymous competition and the registration number is the only means of identification.
  2. The official language of the competition is English.
  3. The registration fee is non-refundable.
  4. Contacting the Jury is prohibited.
  5. Entrants will be disqualified if any of the competition rules are not considered.
  6. Participation assumes acceptance of the regulations.

Awards

  • 1st place – US $5000
  • 2nd place – US $2000
  • 3rd place – US $1000

Winners and special mentions will be published in several print magazines including eVolo_04.
Previous winners have been featured in:

About:Blank Magazine – Portugal, Aeroflot – Russia, Architecture and Culture – Korea, AWM – The Netherlands, B-1 – Thailand, Bauwelt – Germany, Blueprint – United Kingdom, BusinessWeek – USA, C3 – Korea, CAAOH – Ukraine, Casamica – Italy, Casas y Mas – Mexico, Discover Magazine – USA, Enlace – Mexico, Focus – Canada/Italy, Future Arquitecturas – Spain, Grazia Casa – Italy, Indian Architect Builder – India, Kijk – The Netherlands, L’Installatore Italiano – Italy, La Razon – Spain, L’Arca – Italy, Le Fourquet – Mexico, L’Uomo Vogue – Italy, Mark Magazine – The Netherlands, Mladina – Slovenia, NAN – Spain, New Scientist – United Kingdom, Of Arch – Italy, Pasajes de Arquitectura – Spain, Popular Mechanics – USA/Russia, Puls Biznesu – Poland, Quo – China/Spain, RUM – Sweden, Salt Magazine – The Netherlands, Space – Korea, Spade – Canada, Spazio Casa – Italy, Stafette – Germany, Tatlin – Russia, The Broker – The Netherlands, The Outlook Magazine – China, Time Style and Design – USA, Vida Simples Magazine – Brazil, Vogue - Australia, USA, Vox Design – Poland, Wettbewerbe Aktuell – Germany, Wired – USA/Italy, Woongjin – Korea, World Architecture – China



info lebih lanjut : http://www.evolo.us/architecture/registration-2011-skyscraper-competition/